Hp saya berbunyi, telfon dari nomer Indonesia. di seberang sana Tante saya bicara, dimulai dengan kalimat basa basi ; "Dek, udah makan?" lalu kami ngobrol seperti biasa. nada bicara tante saya mulai berubah ketika saya bertanya: "Kim, mami gimana operasinya?", karena setelah penembakan (13 februari jam 03.00 WIB) saya hanya mendapat kabar kalau mama saya akan dioperasi jam 12 siang WIB.
Tante saya diam sejenak, lalu menjawab, "dek, harus kuat ya". mendengar pernyataan itu, seketika tubuh saya serasa panas, perasaan saya ga enak, tapi saya mencoba untuk tidak berfikir yang buruk tentang itu. Tiba2 telfon terputus, saya ingat waktu itu pulsa saya tinggal 12 euro, pasti untuk telfon ke Indonesia cuma cukup untuk beberapa menit, tapi masa bodo, saya langsung telfon balik.
Begitu diangkat, saya langsung membombardir dengan pertanyaan. dan tante saya cuma bilang, "sabar ya dek, kalau akim ceritain dd harus kuat ya". saya menarik nafas dalam2 dan ga kerasa air mata saya sudah mengalir. saya mendengarkan tiap kata perlahan2.
"Mami udah dioperasi dek kemarin, udah sempet sadar. trus jam 2 subuh tanggal 14, mami minta minum sama suster yang jaga. Tapi Tuhan punya rencana lain dek, dd sabar ya, mami sudah sama Tuhan sekarang"
saya diam dan mulai sesenggukan. ga lama telfon kembali mati. pulsa saya habis.
saya ingat dengan baik, waktu itu saya langsung tiduran di atas kasur, dengan hp tergeletak di sisi sebelah kanan saya. ga ada hal lain yang bisa saya lakukan. badan saya lemas. Happy, teman sekamar saya memeluk saya dari belakang, dan ikut menangis.
hp saya kembali berbunyi,
"Dek, yang kuat ya. Waktu meninggal, mata mami kebuka, sampe akhirnya akim janji disebelah mami, kalau akim bakal gantiin posisi mami buat dd, baru mata mami mau ketutup. Mami udah tenang dek, harus kuat ya"
lalu nenek saya bicara, "Sya, mami udah ga ada sya.. Harus kuat ya, mami sudah kesampean cita2nya bisa sekolahin Sya ke Jerman, mami sudah tenang ya sya, mami udah dimakamin" lalu nenek saya minta untuk bicara dengan teman saya.
Setelah itu Via menyelipkan rosario biru miiknya dan berbisaik " berdoa ya Grace" satu persatu teman saya mulai berdatangan, semuanya mengelilingi saya, dan yang bisa saya lakukan cuma menangis, rasanya seperti mimpi kalau ibu saya sudah dipanggil Tuhan.
Saya mendapat telfon dari kakak kelas yang mendampingi kami di Jerman, "Grace, mau pulang ke Indonesia? kalau iya kakak bisa cari secepatnya tiket untuk pulang ke Indo"
tapi waktu itu pikiran saya masih blank. dan dia menawarkan untuk menelfon kembali jam 4 nanti.
saya mengaktifkan BB saya (yang dari tanggal 11 Februari saya nonaktifkan karna tagihan saya melonjak), seketika sederet bbm masuk, status bbm dan fb saya berubah "turut berduka - yang kuat ya grace - RIP ibunda grace -dll", display picture kakak saya hitam.
Dan saya masih belum percaya kalau ibu saya sudah meninggal. saya baca ulang bbm terakhir saya dengan beliau. "Ya Tuhan, ini cuma mimpi kan?" saya berbicara dalam hati
Seharian saya cuma berada di tempat tidur, dengan teman2 terbaik yang saya punya, duduk di sekitar saya. dan ternyata benar, ibu saya sudah tiada. saya mengambil rosario dan mulai berdoa dengan Via.
Setelah berdoa pikiran saya agak sedikit tenang, kemudian saya menelfon kakak kelas saya,
G: "Ka, kalau kakak jadi aku, mendingan pulang atau engga?
A: "kalau aku pribadi, aku bakal lebih milih disini grace, kalau aku pulang ke indo, yang ada aku bakalan lebih sedih. tapi tiap orang beda2 grace, kalau kamu mau pulang ya gpp"
lalu saya ingat tanggal 21 saya harus memperpanjang visa, lagipula ibu saya sudah dimakamkan.
dengan mantap saya menjawab "kak, grace doain mami dari sini aja"
malam harinya rasanya susah untuk tidur, tiap kali saya menutup mata yang terbayang cuma ibu saya. dan itu berlanjut selama dua hari. rasanya setiap kali diam, air mata terus mengalir,,
setiap kali lampu dimatikan, saya cuma berharap tiba2 ibu saya muncul, ga perlu bicara, yang penting saya bisa melihat wajahnya. saya berharap di malam hari beliau muncul di mimpi saya.
Belakangan saya baru tau, ternyata tanggal 14 februari jam 04.20 WIB = 10.20 Waktu jerman Ibu saya telah menghembuskan nafasnya yang terakhir. Kakak saya mengabari Happy via bbm pukul 06.00 WIB. dan happy langsung menelfon David, yang waktu itu sedang bersama saya dan Stefan untuk membuat termin perpanjangan visa. ketika saya tanya siapa yang menelfon, david bilang: "ini, si pascal yang nelfon" . saya hanya sempat mendengar david menjawab telfon " jangan sekarang, kita kan lagi mau ujian, kasian"
Dan bodohnya lagi saya sama sekali tidak sadar, kalau sejak tanggal 14, Happy menolak setiap kali saya mau meminjam bb nya untuk menanyakan kabar ke kakak saya. dan david yang tiba2 bercerita tentang kondisi dia ketika ditinggal kakaknya beberapa tahun yang lalu.
**
Selama ini beliau satu2nya orang yang menjadi semangat saya dalam segala hal. beliau membesarkan saya dan kakak saya sendirian. Dari kecil kami berdua dititipkan di rumah nenek sementara beliau bekerja di luar kota. Kami tidak punya banyak waktu bersama seperti keluarga2 yang lain, tapi saya bahagia, sangat sangat bahagia memiliki ibu sehebat beliau. dia ibu sekaligus ayah bagi saya.
Begitu saya mengutarakan niat untuk sekolah di luar negri, beliau orang pertama yang meng-iya kan. padahal saya ingat waktu itu kondisi keuangan kami tidak begitu baik. "Mami pengen dd sekolah setinggi2 nya, kalau urusan uang mami bisa usahain. dd fokus aja ya ke UAN nya"
Saya masih ragu untuk sekolah ke Jerman, dan beliau adalah orang yang terus menyemangati saya. "Mami, kalau misalnya ga bisa juga gpp kok, dd bisa kuliah di jakarta atau bandung" ; karna kebetulan saya sudah diterima di salah satu Universitas di Jakarta dan di Bandung.
Saya ingat selama Ujian Nasional, beliau rela untuk meninggalkan semua pekerjaan dan menemani saya, untuk memantau agar makan saya dan teman2 kost cukup sehat. Saya ingat selagi malam Imlek, kami berdua naik becak keliling malioboro, lalu makan di restoran cina.
06 Februari
Dan ketika saya melewati malam imlek di jerman, "anak mami inget ga, taun lalu kita imlek naik becak trus makan di lidjiong? aduh, mami kangen sekali dek. sabar ya anak mami, bulan depan mami sama ii kesana"
Ya Tuhan, semuanya seperti mimpi, seharusnya bulan Maret ibu saya sudah ada di Jerman, tapi memang Kau punya rencana yang lain..
Saya inget perkataan kakak saya:
" Diikhlasin ya dek, dd inget kan mami pernah bilang mami capek. Mungkin dengan begini mami bisa istirahat, ga perlu mikirin apa2 lagi. Disana pasti mami udah tenang sama Tuhan, lagi ngeliatin trus ngejagain kita dari Surga"
Via:
"Kalau dulu dari Indonesia - Jerman, kan sekarang mami ada di sebelah kamu terus grace. kamu ga perlu bilang apa masalah kamu, mami udah tau"
Evi:
"Diikhlasin ya Grace, kalau dalam agama Epi, kalau ditangisin nanti jalannya disana susah, serasa pake rantai besi"
David:
"sekarang semuanya ada di tangan kamu, kamu yang nentuin masa depan kamu sendiri"
Ka Nungkie:
"kamu masih bisa cerita grace, di malam hari sebelum tidur. bayangin kalau mami ada di hadapan kamu, kamu ceritain aja semuanya, pasti mami dengerin. dan percaya, dengan begitu kamu bakal lebih lega"
**
14 Mei 2011
"Hari ini udah 3 bulan ya mi, baru aja seminggu yang lalu mami ulang tahun diatas sana..
Kata orang, kalau mami ga kasih mimpi, berarti mami udah tenang ya disana? :)
Demi apapun mi, dd kangen suara mami yang tiap hari minggu telfon, dd kangen bbm mami setiap pagi. dd kangen mami bilang "anakku kemana ya? - jangan lupa makan ya nak, maag nya jangan sampe kangen" I miss your advice mom, I miss every single moment with you my super wonder woman..
for anyone who read this post, you should also watch this video. jangan sia2kan waktu dengan orang tua ya :) dan saya pun sadar, saya masih punya seorang ayah dan keluarga yang harus saya bahagiakan :)
saya ikutan sedih.. turt berduka cinta ya grace
ReplyDelete